ANALIS MARKET (12/6/2019) : Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Kisaran Rp.14.200 - Rp.14.230 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada indikasi indeks di bursa Asia akan turun hari ini, Rabu (12/6/2019), terlihat dari indeks futures-nya yang sebagian besar ‘merah’, ditambah sentimen turunnya indeks di bursa global utama semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini.

“Kemungkinan membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.200 - Rp.14.230 per USD (kurs tengah Bloomberg),” jelas Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (12/6/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Presiden Jokowi yang meminta dunia usaha agar isu perang dagang AS-China ini bisa menjadi peluang untuk menembus pasar AS menggantikan porsi barang-barang impor China seperti furniture, sepatu, tekstil.

Untuk itu, Preisden mengirim misi dagang khusus untuk berangkat ke AS. Di sisi impor, Presiden akan menggalakan penggunaan produk dalam negeri. Sementara untuk investasi akan disiapkan insentif khusus dan membangun industri substitusi impor.

Perang dagang AS-China ini menjadi risiko global utama. Bank Dunia memangkas prouyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 dari 2,9% menjadi 2,6%.

The IBD/TIPP Economic Optimism Index untuk Juni 2019 turun menjadi 53,2 dari 58,6 pada Mei lalu. Begitupun untuk prospek ekonomi 6 bulan mendatang juga turun.

Ekspektasi melambatnya ekonomi AS ini menjadi peluang semakin besarnya The Fed menurunkan suku bunganya, kemungkinan pada pertemuan September.