Volume SUN Diperdagangan Selasa Kemarin Senilai Rp24,73 Triliun dari 38 Seri

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income MNC Securities yang dirilis Rabu (08/5/2019) mengungkapkan, volume perdagangan Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan pada perdagangan kemarin (07/5), mengalami kenaikan dibandingkan dengan volume perdagangan sebelumnya.

Tercatat, volume perdagangan SUN yang dilaporkan senilai Rp24,73 triliun dari 38 seri Surat Utang Negara yang dilaporkan, dimana volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan senilai Rp16,76 triliun.

Selain itu, Obligasi Negara seri FR0078 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp6,46 triliun dari 182 kali transaksi.

Sedangkan Obligasi Negara seri acuan dengan tenor 10 tahun tersebut diperdagangkan pada harga rata - rata 101,83%.

Adapun Project Based Sukuk seri PBS013 menjadi Surat Berharga Syariah Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp256,92 miliar dari 2 kali transaksi dengan harga rata - rata pada level 98,98%.

Sementara itu, dari perdagangan obligasi korporasi yang dilaporkan pada perdagangan di hari Selasa (07/5) tercatat senilai Rp948,15 miliar dari 58 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan. 

Obligasi Berkelanjutan IV Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2019 Seri A (TUFI04ACN1) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp100,21 miliar dari 5 kali transaksi dan diikuti oleh Obligasi Berkelanjutan I Mitra Adiperkasa Tahap III Tahun 2014 Seri B (MAPI01BCN3) dan Obligasi Berkelanjutan I Global Mediacom Tahap I Tahun 2017 Seri A (BMTR01ACN1) masing-masing senilai Rp100,00 dari 2 kali transaksi dan Rp90,00 miliar dari 2 kali perdagangan.

Disisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ditutup pada level 14280,00 per dollar Amerika yang menguat sebesar 19,00 pts dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya.

Penguatan rupiah terhadap dollar Amerika bergerak cukup fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Dibuka menguat kemudian bergerak melemah pada pertengahan sesi perdagangan.

Selanjutnya, pergerakan rupiah didapati menguat kembali hingga akhir sesi perdagangan.

Adapun nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran 14269—14317 per Dollar Amerika. Penguatan rupiah tersebut diikuti oleh penguatan sebagian besar mata uang regional, dimana yang memimpin penguatan mata uang regional yaitu Baht Thailand (THB) sebesar 0,43% dan diikuti oleh Won Korea Selatan (KRW) sebesar 0,30%.

Sedangkan untuk mata uang regional yang mengalami pelemahan terbesar didapati pada mata uang Rupee India (INR) sebesar 0,04% dan diikuti pelemahan mata uang Dollar Hongkong (HKD) sebesar 0,03% terhadap Dollar Amerika.

Sementara itu, Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun ditutup dengan mengalami penguatan masing-masing pada level 2,46% dan 2,86%.

Adapun imbal hasil dari Surat Utang Jerman (Bund) ditutup melemah pada level –0,039% dan untuk surat utang Inggris (Gilt) juga ikut melemah di level 1,155% untuk tenor 10 tahun.