Volume SUN Diperdagangan Kamis Kemarin Senilai Rp11,37 Triliun dari 42 Seri

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income MNC Securities yang dirilis Jumat (03/5/2019) mengungkapkan, volume perdagangan Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan pada perdagangan kemarin (02/5), tercatat menurun dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, yakni senilai Rp11,37 triliun dari 42 seri Surat Utang Negara yang diperdagangkan, dimana untuk seri acuan volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp5,19 triliun.

Adapun Obligasi Negara seri FR0079 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp1,85 triliun dari 142 kali transaksi di harga rata - rata 101,75% dan diikuti oleh Obligasi Negara seri FR0078 senilai Rp1,42 triliun dari 97 kali transaksi di harga rata - rata 103,25%.

Sedangkan untuk Surat Berharga Syariah Negara dengan volume tertinggi didapati pada Project Based Sukuk seri PBS013 sebesar Rp592,74 miliar untuk 5 kali transaksi dan diikuti oleh seri PBS014 sebesar Rp430,00 dari 5 kali perdagangan.

Disisi lain, dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp876,00 miliar dari 35 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap V Tahun 2019 Seri A (ADMF04ACN5) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp240,00 miliar dari 3 kali transaksi di harga rata - rata 100,03% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap III Tahun 2018 Seri D (BEXI04DCN3) senilai Rp101,80 miliar dari 2 kali transaksi di harga rata - rata 104,52%.

Adapun untuk perdagangan   Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap IV Tahun 2019 Seri A (BEXI04ACN4) tercatat volume perdagangan sebesar Rp101,80 dari 1 kali transaksi di harga 100,03% dan untuk volume perdagangan Obligasi Berkelanjutan II WOM Finance Tahap IV Tahun 2018 Seri C (WOMF02CCN4) sebesar Rp60,00 miliar dari 4 kali transaksi di harga 97,99%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika pada perdagangan kemarin ditutup menguat sebesar 8,00 pts (0,05%) pada level 14252,00 per dollar Amerika.

Bergerak pada kisaran 14205,00 hingga 14273,00 per dollar Amerika dengan kecenderungan mengalami penguatan pada awal sesi perdagangan dan kemudian mengalami pelemahan sebentar di pertengahan sesi hingga  ditutup menguat di akhir sesi perdagangan.

Penguatan mata uang Rupiah tersebut terjadi di tengah beragamnya arah pergerakan mata uang regional.

Adapun yang memimpin penguatan mata uang regional yaitu mata uang Rupee India (INR) sebesar 0,23% dan diikuti oleh mata uang Won Korea Selatan (KRW) sebesar 0,21% dan mata uang Peso Filipina (PHP) sebesar 0,09%.

Sedangkan untuk mata uang yang mengalami pelemahan tertinggi didapati pada mata uang Baht Thailand (THB) sebesar 0,26% yang diiringi dengan mata uang Yen Jepang (JPY) sebesar 0,13% dan mata uang Ringgit Malaysia (MYR) sebesar 0,08% terhadap mata uang Dollar Amerika.

Sementara itu, perubahan harga surat utang global pada perdagangan hari Kamis, mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun di level 2,54% dan untuk tenor 30 tahun di level 2,93%.

Sedangkan imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) dengan tenor 10 tahun mengalami kenaikan di level 0,031% dan tenor 30 tahun di level 0,674%.

Adapun untuk imbal hasil surat utang Inggris (Gilt) bertenor 10 tahun mengalami penurunan di level 1,185% dan untuk tenor 30 tahun mengalami kenaikan di level 1,702%.