Wall Street dan Bursa Eropa Makin Terpuruk

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street makin terpuruk pada Kamis (23/5/2019) seiring melemahnya saham sektor energi dan teknologi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, merosot 286,14 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 25.490,47. Indeks S&P 500 anjlok 34,03 poin, atau sekitar 1,19 persen, menjadi 2.822,24. Indeks komposit Nasdaq terjun 122,56 poin, atau sekitar 1,58 persen, menjadi 7.628,28.

Indeks sektor energi dan teknologi S&P 500 masing-masing terjun 3,1 persen dan 1,7 persen. Indeks sektor industri juga melemah secara signifikan, anjlok 1,6 persen.

Sektor energi terhantam penurunan tajam harga minyak dunia, sedangkan sektor teknologi terpengaruh rencana pelarangan pembelian komponen dari perusahaan AS bagi Hikvision. Sektor industri melemah akibat berlarutnya tensi antara AS dan Tiongkok.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2019 naik 0,9 persen menjadi US$1.285,40. Indeks dolar AS turun 0,2 persen.

Bursa saham Eropa juga mengalami tekanan seiring berlarutnya tensi AS-Tiongkok. Indeks STOXX 600 Eropa mengalami penurunan tajam 1,4 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 103,15 poin, atau sekitar 1,41 persen, menjadi 7.231,04. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 216,33 poin, atau sekitar 1,78 persen, menjadi 11.952,41.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 118,20 poin, atau sekitar 1,28 persen, menjadi 9.114. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, tergelincir 97,60 poin, atau sekitar 1,81 persen, menjadi 5.281,37.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,4 persen ke level terendah dalam 4,5 bulan terakhir terhadap dolar AS, yaitu US$1,2605 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,10 persen menjadi 1,1345 euro per pound.