Harga SUN Diperdagangan Rabu Kemarin Cenderung Turun Akibat Melemahnya Rupiah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Rabu, 22 Mei 2019 kemarin, bergerak dengan arah yang beragam dengan kecenderungan mengalami penurunan akibat melemahnya nilai tukar Rupiah ditengah gejolak politik domestik dan beberapa sentimen global.

Dalam riset yang dirilis Kamis (23/5/2019), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, pergerakan harga Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin (22/5) bergerak dengan arah yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami penurunan.

“Hal tersebut didorong oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akibat adanya beberapa tekanan yang berasal dari domestik maupun global,” jelas I Made.

Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin (22/5), nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan sebesar 45,00 pts (0,31%) di posisi 14525,00 per dollar Amerika setelah bergerak dengan mengalami penguatan diawal sesi perdagangan namun berbalik arah melemah hingga akhir sesi perdagangan pada kisaran 14470,00 hingga 14528,00 per dollar Amerika.

Ditambahkan, perhelatan politik yang terjadi di domestik akan mempengaruhi keputusan para pelaku pasar, walaupun pada awal pekan ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan pemenang pasangan presiden dan wakil presiden untuk periode 2019-2024. Namun, terjadinya kericuhan aksi demonstrasi dari oposisi memungkinkan adanya peningkatan net capital outflow sehingga mengakibatkan kenaikan imbal hasil pada Surat Utang Negara.

“Kami menilai tekanan tersebut bersifat sementara hingga keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK),” ujar I Made.

Sementara itu, dari faktor eksternal, dari hasil FOMC Minutes yang disampaikan, The Fed sepakat untuk lebih bersabar dalam menetukan kebijakan moneter mengenai suku bunga acuannya. Tingkat inflasi yang lemah dipandang oleh anggota FOMC Minutes sebagai alasan untuk menahan suku bunga acuan beberapa waktu kedepan. Selain itu, anggapan risiko terhadap pasar keuangan dan ekonomi global terlihat sudah mereda.

Lebih rinci diungkapkan, pada perdagangan hari Rabu (22/5), harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami penurunan pada sebagian besar serinya hingga sebesar 60 bps yang mengakibatkan kenaikan imbal hasil hingga sebesar 6 bps.

Adapun yang mengalami pelemahan harga tertinggi didapati pada Surat Utang Negara dengan tenor panjang (diatas 7 tahun) sebesar 16,2 bps yang berdampak pada peningkatan tingkat imbal hasil sebesar 2 bps.

Sementara itu, untuk Surat Utang Negara bertenor menengah (5-7 tahun) mengalami penurunan harga sebesar 4,5 bps yang mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil sebesar 1 bps dan untuk Surat Utang Negara dengan tenor pendek (1-4 tahun) mengalami koreksi harga sebesar 4 bps yang berakibat terjadi naiknya imbal hasil sebesar 1,3 bps.

Sehingga secara keseluruhan, pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan kemarin (22/5) telah mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan secara keseluruhan.

Adapun untuk tenor 5 tahun mengalami kenaikan imbal hasil sebesar 2 bps dilevel 7,578% dan untuk tenor 10 tahun mengalami kenaikan mencapai 1,5 bps di level 8,062%.

Sementara itu, untuk Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 15 tahun dan 20 tahun, juga terjadi penguatan imbal hasil masing-masing naik sebesar 2,6 bps di level 8,563% dan 1 bps di level 8,627%.

Disisi lain, kenaikan imbal hasil juga terlihat pada perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika, dimana pada perdagangan kemarin keseluruhan seri mengalami kenaikan imbal hasil seiring dengan kenaikan imbal hasil yang terjadi pada surat utang regional.

Imbal hasil dari INDO24 ditutup dengan mengalami kenaikan sebesar 0,5 bps di level 3,389% setelah mengalami penurunan harga sebesar 2,2 bps.

Adapun imbal hasil dari INDO29 mengalami kenaikan sebesar 0,2 bps di level 3,889% setelah mengalami koreksi harga sebesar 1,2 bps dan imbal hasil dari INDO44 yang mengalami kenaikan sebesar 0,7 bps di level 4,690% setelah mengalami penurunan harga sebesar 11,7 bps.