Sewa Gedung Naik, 100 Gerai MIDI di Evaluasi

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) tengah melakukan evaluasi terhadap kelangsungan operasional 100 gerainya.

Pasalnya, telah terjadi kenaikan harga sewa gedung sehingga meningkatkan biaya operasional emiten ritel tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur MIDI, Suantopo Po di Tangerang, Kamis (16/5/2019) usai menghadiri Rapat Umum Pemegang saham Tahunan (RUPST) 2018.

“Tahun ini, ada 100 gerai yang sewa pakainya jatuh tempo. Sehingga kami akan melakukan evaluasi apakah dilanjutkan atau ditutup,” kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, evaluasi tersebut terkait dengan harga sewa pakai gedung dan pendapatan gerai tersebut.

“Kami harapkan pemilik gedung tidak menaikan dan tidak mengalihkan kepada merek ritel lainnya,” kata dia.

Berdasarkan data yang dimiliki perseroan, dalam satu hingga dua tahun belakangan telah terjadi kenaikan harga sewa gedung dua kali lipat dari 15 tahun lalu.

“15 tahun lalu biaya sewa gedung hanya 1% - 2% dari biaya operasional, tapi sekarang sudah naik dua kali lipatnya,” jelas dia.

Meski demikian, lanjut dia, perseroan merencanakan akan membuka 100 gerai baru sepanjang tahun ini, dengan penyebaran 50% di Jawa dan 50%  di luar pulau Jawa. Adapun hingga akhir kuartal I 2019, MIDI telah membuka 15 gerai baru.

“Untuk membuka 15 gerai, kami telah mengelontorkan dana sebesar Rp90 miliar,” jelas dia.

Sementara itu, untuk dapat membuka 500 gerai, jelas dia, perseroan akan menggelontorkan dana hingga Rp500 miliar.

“Selain untuk membuka gerai baru, belanja modal sebesar Rp500 miliar itu juga akan digunakan untuk perbaikan serta perpanjangan sewa gedung,” jelas dia.