Indeks Kospi Merosot 1,20 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 25,09 poin, atau sekitar 1,20 persen, pada Kamis (16/5/2019), menjadi 2.067,69. Volume perdagangan moderat mencapai 733 juta saham senilai 5,96 triliun won atau sekitar US$5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 542 berbanding 297.

Tensi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pelarangan penggunaan produk telekomunikasi asing oleh perusahaan negara tersebut.

“Tensi antara Washington dan Beijing kembali mencuat usai Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk memproteksi layanan dan teknologi komunikasi AS,” kata Yoon Jung-Sun, analis KB Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

Indeks Kospi datar di awal perdagangan hari ini usai Trump pada Rabu (15/5/2019) mengeluarkan wacana penundaan pengenaan tarif terhadap mobil dan suku cadang kendaraan impor. Namun angka indeks kemudian terus melorot akibat aksi jual investor asing.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 467 miliar won dan 37 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 409 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics, SK Hynix, dan LG Electronics masing-masing terjun 2,35 persen, 3,49 persen dan 2,07 persen.

Saham perusahaan bioteknologi Samsung BioLogics anjlok 3,39 persen setelah jaksa penuntut Korea Selatan melakukan penggeledahan di kantor Samsung Electronics sehubungan tuduhan bahwa Samsung Group terlibat dalam kecurangan proses pembukuan yang berlangsung di Samsung BioLogics.

Saham perusahaan baja POSCO melemah 1,88 persen. Saham Korea Zinc dan Hyundai Steel juga merosot, masing-masing turun 3,1 persen dan 1,64 persen.

Saham jaringan toko diskon E-Mart terjun 5,48 persen akibat mencatatkan perolehan laba yang lebih rendah dari perkiraan pada kuartal I 2019.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing melorot 0,39 persen dan 0,23 persen, sedangkan saham Kia Motors naik 0,95 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2,90 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.191,50 won per dolar AS. Nilai tukar won sempat melemah ke nilai tukar 1.192,40 won per dolar AS yang merupakan nilai tukar terendah sejak awal Januari 2017.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentiment negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25 persen ke level terendah sejak akhir Januari lalu.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 43,60 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 6.327,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Vietnam melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 17,03 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 2.955,71. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 6,36 poin menjadi 28.275,07.