ANALIS MARKET (15/5/2019) : Data Neraca Dagang Jadi Harapan Pasar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (14/5), IHSG kembali melanjutkan pelemahannya, ditekan oleh sektor perbankan.

Adapun sector perdagangan yang mengalami Top Losers JCI, yaitu: Basic Industry (-1.7%), Finance (-1.3%), dan Consumer (-1.1%).

Sedangkan INNI Index melemah -1,41% senada dengan pelemahan kinerja IHSG, ditekan oleh saham-saham ritel, seperti LPPF (-3,9%) dan MAPI (-3,2%).

Saham emiten ritel ini masih menjadi saham yang diminati investor asing dengan total pembelian mencapai 28,5 juta lembar walaupun kemarin berada di zona merah.

Lebih lanjut, riset juga menyebutkan, selama beberapa hari ini, IHSG menerima net sell asing akibat tensi perang dagang yang memuncak.

Kemarin (14/5), investor asing masih melanjutkan net sell asing hingga Rp998 miliar.

Sengketa perang dagang antara US dan Tiongkok memicu panic selling di bursa saham Asia termasuk Indonesia.

Kegelisahan pelaku pasar mengenai imbas dari perang dagang adalah kemungkinan penurunan keuntungan perusahan.

Investor domestik mencatatkan net sell pada sektor ritel sebesar Rp124,5 miliar dan sektor agrikultur sebesar Rp9 miliar

Disisi lain, Dow Jones berhasil rebound ke level 25.532 dan menguat (+0,82%) ditopang oleh saham teknologi seperti UBER (+7,71) dan LYFT (+4.92%).

“Kekhawatiran investor berkurang setelah Presiden US dan Tiongkok sepakat untuk melanjutkan pembicaraan terkait perang dagang di KTT G20 pada akhir Juni 2019. Dari sisi domestik, pelaku pasar masih menantikan rilis data neraca dagang yang diprediksi mencatatkan surplus di bawah US$500 juta dan kebijakan mengenai BI 7DRRR yang diumumkan pada 16/05/19,” jelas analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (15/5/2019).