Ada Potensi Inflasi 2019 Akan Dibawah 3,5%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi bulan Maret 2019 tercatat 0,11% mom atau 2,48% yoy.

Diantara kelompok pengeluaran tercatat Bahan Makanan deflasi sebesar 0,01% mom karena musim panen, dan terkonfirmasi dari komponen yang Bergejolak dengan deflasi sebesar 0,02% mom dan Energi sebesar deflasi 0,2% mom.

Secara kumulatif dari Januari - Maret 2019 tercatat 0,35% ytd.

Menyikapi kondisi tersebut, dalam risetnya yang dirilis Selasa (02/4/2019), Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM menyebutkan, ada potensi inflasi 2019 akan dibawah 3,5% jika harga BBM tidak naik selama tahun 2019.

"Ada potensi inflasi 2019 akan dibawah 3,5% jika harga BBM tidak naik selama tahun 2019," jelas Lana.

Asal tahu saja, dalam pengumumnya kemarin (01/4), BPS menyebutkan inflasi Maret 2019 yang tercatat 0,11% mom atau 2,48% yoy, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 persen; kelompok sandang sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,06 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,01 persen.

"Inflasi Maret 2019. Kalau kita lihat perkembangan harga pada maret 2019 ini secara umum menunjukan adanya kenaikan. Berdasarkan pemantauan BPS di 82 kota inflasi pada M 2019 ini terjadi inflasi 0,11%," kata Kepala BPS, Suhariyanto.