Sinergi BPH Migas dan BLU Balitbang ESDM Tingkatkan Tata Kelola Jaringan Distribusi Migas

foto: doc Kementerian ESDM

Pasardana.id - Optimalisasi kinerja pada kegiatan hilir minyak dan gas bumi terus dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah adanya sinergi antarunit melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dengan Badan Layanan Umum Badan Penelitian dan Pengembangan (BLU Balitbang) ESDM pada Rabu (17/4/2019).

"Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi untuk memberdayakan dan mengoptimalkan potensi kedua belah pihak. Diharapkan kemampuan BLU Badan Litbang ESDM, terutama dalam pengawasan pelaksanaan investasi (distribusi BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa), efisiensi energi, dan transformasi penyediaan energi bersih dan berkelanjutan dapat meningkatkan nilai tambah bagi BPH Migas," kata Kepala Balitbang ESDM Dadan Kusdiana seperti dikutip Kamis (18/4/2019).

Dadan menambahkan, BLU LEMIGAS telah memiliki kemampuan yang teruji di kegiatan hilir migas. Hal ini ditandai dengan sejumlah kepemilikan sertifikat untuk keselamatan kerja (OHSAS 18001), manajemen lingkungan (ISO 14001), manajemen sistem (ISO/IEC 9001), dan standar kompetensi laboratorium (SNI ISO/IEC 17025).

Sementara itu, Kepala BPH Migas Fansurullah Asa menyambut baik jalinan kerja sama ini sebagai bagian dari upaya Pemerintah menata investasi migas terhadap wilayah jaringan distribusi BBM dan Gas Bumi.

"BPH Migas akan melelang sejumlah wilayah jaringan distribusi BBM dan telah banyak investor yang berminat terhadap wilayah jaringan distribusi tersebut. Kami berharap BLU LEMIGAS dapat mengkaji dan mengevaluasi penawaran dari investor agar diperoleh penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Fanshurullah atau yang akrab disapa Ifan.

Selain itu, beberapa peluang kerja sama yang akan dikembangkan antarunit Kementerian ESDM tersebut, antara lain:

o Kajian teknis kelayakan perubahan Toll Fee jaringan pipa transmisi atau distribusi existing;

o Monitoring dan evaluasi mutu gas bumi di jaringan pipa transmisi dan distribusi;

o Konsultan pengawasan pelaksanaan investasi;

o Pengujian laboratorium untuk BBM dan gas bumi;

o Inspeksi pipa gas bawah laut;

o Manajemen energi di Gedung BPH Migas.

"Saat ini BPH Migas telah mengidentifikasi sebanyak 1.583 lokasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang belum memiliki SPBU. BLU LEMIGAS diharapkan dapat melakukan kajian akademis terhadap ketersediaan dan kebutuhan BBM di setiap lokasi," harap Ifan.

Baik Dadan maupun Ifan berharap Nota Kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja baik Badan Litbang ESDM maupun BPH Migas

Perlu diketahui, sejumlah kajian dan sertifikasi pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3S) untuk peningkatan produksi minyak, sertifikasi cadangan migas, maupun masukan bagi Pemerintah dalam menetapkan kontrak bagi hasil dan pengembangan lapangan migas nasional telah dijalankan oleh LEMIGAS.

Pelayanan yang diberikan pun terus diperkuat dengan didukung enam kelompok bidang keahlian (teknologi eksplorasi, eksploitasi, proses, aplikasi produk, gas, dan kablibrasi), 61 laboratorium terakreditasi KAN, dan sub unit Lube Oil Blending Plant (LOBP).