Kemungkinan Jokowi Menang, Ini Target IHSG dan Sektor Saham Pilihan DBS Group Research

foto: istimewa

Pasardana.id - DBS Group Research merilis laporan berjudul Strategi Makro: Mempertahankan Kelebihan Jakarta dalam Pemilihan Umum oleh Equity Strategist Joanne Goh dan FX Strategist Philip Wee.

Laporan itu memaparkan, hasil awal menunjukkan bahwa petahana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan kembali memerintah untuk lima tahun kedua setelah pemilihan umum Indonesia pada 17 April kemarin.

“Selama masa jabatan keduanya, kami mengharapkan stabilitas dan kelangsungan kebijakannya, dengan menghilangkan overhang utama bagi pasar,” tulis laporan DBS, Kamis (18/4/2019)..

Laporan DBS juga menulis, pemodal dapat mengetahui apa yang bisa diharapkan berdasarkan atas rekam jejak periode pertama Jokowi. Pembangunan infrastruktur akan berlanjut, disertai rencana lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia.

Penekanan lain adalah pemerataan kekayaan dan pengembangan desa di luar Jawa.

“Dia juga berencana melanjutkan reformasi birokrasi dan menarik lebih banyak penanaman modal ke bidang manufaktur untuk mengurangi ketergantungan akan sumber daya alam dan mineral,” tambah laporan DBS. 

Lebih lanjut, DBS yakin bahwa pemodal akan memberikan tanggapan positif terhadap hasil Pemilu itu. Selama masa jabatannya, Indonesia berhasil menaikkan peringkatnya menjadi peringkat investasi dan berhasil melalui krisis mata uang pasar negara berkembang dalam skala kecil pada 2018 tanpa menimbulkan banyak dampak negatif pada pertumbuhan serta sistem keuangan.

Proyeksi IHSG

Memang, IHSG diperingkat ulang selama masa jabatan Jokowi. Tapi dalam pandangan DBS, peningkatan lebih lanjut bisa dilakukan.

DBS menegaskan, peringkat overweight untuk Indonesia, dan meningkatkan target IHSG dari 6.500 menjadi 6.900 berdasarkan atas perkiraan keuntungan 16x dalam 12 bulan ke depan.

“Sektor yang akan mendapat manfaat selama masa jabatan baru Jokowi akan mencakup sektor terkait infrastruktur, seperti, konstruksi, jalan tol, dan semen,” imbuh DBS.

DBS juga memiliki pandangan positif untuk sektor properti industri, dengan asumsi bahwa Jokowi dapat meningkatkan investasi dan manufaktur. Perusahaan milik negara, seperti, di sektor energi dan perbankan, juga akan terus mendapat manfaat dari reformasi yang sedang berlangsung di kedua sektor itu.