Langgar Sanksi AS Terhadap Iran, Standard Chartered Didenda US$1,1 Miliar

foto: istimewa

Pasardana.id - Standard Chartered didenda US$1,1 miliar, atau sekitar Rp15,5 triliun, oleh pihak otoritas Amerika Serikat akibat melanggar sanksi yang diberlakukan AS terhadap Iran.

Denda tersebut dijatuhkan berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan di AS dan Inggris sebelum tahun 2014.

Seperti dilansir BBC News, Selasa (9/4/2019), Standard Chartered telah menyiapkan dana sebesar US$900 juta pada Februari lalu untuk membayar denda. Selain itu, bank yang berpusat di London, Inggris, tersebut juga telah memperbaiki prosedur kepatuhan.

Dana sebesar US$639 juta yang akan dibayarkan Standard Chartered berhubungan dengan sanksi AS terhadap Iran dan negara-negara lain seperti Myanmar, Kuba, Sudan, dan Suriah.

Standard Chartered juga harus membayar denda terhadap Financial Conduct Authority (FCA), yang merupakan otoritas keuangan Inggris, sebesar 102 juta pound sterling. FCA menemukan kesalahan yang serius dan berkelanjutan dalam pengendalian anti pencucian uang di Standard Chartered.

Menurut CEO Standard Chartered, Bill Winter, pelanggaran yang menyebabkan penjatuhan denda tidak bisa diterima dan bukan merupakan suatu hal yang ditolerir dalam prosedur kerja Standard Chartered yang dipimpinnya kini.

“Kami tidak menolerir kejahatan keuangan dan akan terus berupaya mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat menghilangkan kepercayaan terhadap bank yang telah berdiri lebih dari 160 tahun ini,” kata Winter.

Pihak otoritas AS menyebutkan bahwa mantan bankir Standard Chartered di Dubai, Uni Emirat Arab, telah mengaku bersalah dalam pengadilan di New York sehubungan keterlibatannya dalam pelanggaran sanksi AS.