Indeks Nikkei Terjun 2,01 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, terjun 430,45 poin, atau sekitar 2,01 persen, pada Jumat (8/3/2019), menjadi 21.025,56 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 15 Februari lalu. Penurunan yang terjadi adalah penurunan harian tercuram indeks Nikkei sejak 8 Februari.

Indeks Nikkei merosot untuk hari keempat beruntun, turun 2,7 persen dalam sepekan terakhir dan menjadi penurunan mingguan tertajam sejak pertengahan Desember tahun lalu.

Seperti indeks Nikkei, indeks Topix juga mengalami pelemahan hari ini dengan anjlok 1,8 persen menjadi 1.572,44. Seluruh subsektor indeks Topix berakhir di teritori negatif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Nikkei berakhir di teritori negatif sebagai respon pasar terhadap keputusan European Central Bank (ECB) untuk menunda peningkatan suku bunga dan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah ke sektor perbankan sehingga menimbulkan kekhawatiran baru terhadap terhambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Pasar juga terpengaruh data terbaru yang menunjukkan bahwa ekspor Tiongkok mengalami penurunan tertajam dalam tiga tahun terakhir pada Februari lalu, sedangkan impor merosot untuk bulan ketiga beruntun.

Saham perusahaan pengapalan mengalami penurunan tajam, dengan saham Mitsui OSK Lines dan Nippon Yusen masing-masing anjlok 3 persen dan 3,2 persen. Saham Kawasaki Kisen terjun bebas 13 persen setelah mengumumkan perkiraan kerugian untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret sebesar 100 miliar yen atau sekitar Rp12,84 triliun.

Saham perusahaan semikonduktor Advantest Corporation dan Tokyo Electron masing-masing terjun 5,7 persen dan 3,6 persen. Di sektor keuangan, saham Dai-ichi Life Holdings, T&D Holdings, dan Mitsubishi UFJ Financial Group masing-masing anjlok 4,8 persen, 5 persen, dan 2,3 persen.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap yen berada di kisaran 111,50 yen per dolar AS.