Indeks Kospi Anjlok 1,31 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 28,35 poin, atau sekitar 1,31 persen, pada Jumat (8/3/2019), menjadi 2.137,44 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 23 Januari lalu.

Volume perdagangan moderat mencapai 308,82 juta saham senilai 4,44 triliun won atau sekitar US$3,91 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 584 berbanding 241.

Angka indeks dibuka melemah mengikuti pergerakan saham di Wall Street, lalu terus merosot sehingga berakhir di teritori negatif untuk sesi keenam beruntun.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 175,1 miliar won dan 126,8 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 294,3 miliar won.

“Kekhawatiran baru terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global berpengaruh buruk terhadap sentimen pasar. Para investor juga merespon dengan negatif minimnya perkembangan terkait perundingan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

European Central Bank (ECB) pada Kamis memangkas perkiraan pertumbuhan dan inflasi seiring menunda peningkatan suku bunga dan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah ke sektor perbankan sehingga menimbulkan kekhawatiran baru terhadap terhambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Ekspor Tiongkok terjun bebas 20 persen pada Februari, turut menambah kecemasan para investor.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,46 persen dan 2,06 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem turun 0,41 persen dan saham perusahaan otomotif Hyundai Motors terjung 4,38 persen.

Saham perusahaan biofarmasi juga melemah, dengan saham Celltrion dan Samsung BioLogics masing-masing melorot 0,48 persen dan 0,4 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 7,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.136,20 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 60,10 poin, atau sekitar 0,96 persen, menjadi 6.203,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Thailand menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, terjun 136,56 poin, atau sekitar 4,40 persen, menjadi 2.969,86. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 551,03 poin, atau sekitar 1,91 persen, menjadi 28.228,42.