Incar Dana Kelolaan Rp3 Triliun, IndoSterling Tawarkan Investasi Sambil Beramal

foto : istimewa

Pasardana.id - PT IndoSterling Aset Manajemen (IAM) menargetkan dana keloalaan atau Asset Under Management (AUM) mencapai Rp 3 triliun dalam tiga tahun mendatang.

Target investor yang diincarnya adalah beragam jenis nasabah, baik institusi maupun individual.

Presiden Direktur IAM, Njauw Djoeng San menjelaskan, pada tahun pertama beroperasi sebagai perusahaan manajer investasi, pihaknya mengincar AUM Rp1 triliun.

Untuk itu, perseroan menawarkan dua produk yaitu investasi Reksa Dana IndoSterling Pasar Uang dan Reksa Dana IndoSterling Ekuitas Liquid Plus.

“Dalam tahun ini paling tidak ada empat produk yang kami luncurkan. Selain reksa dana pasar uang dan reksa saham, dalam waktu dekat kami akan luncurkan reksa dana bursa atau ETF dan reksa dana berbasis obligasi,” jelas Njauw di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Ia merinci, dari total dana kelolaan itu, diharapkan 70% diantaranya merupakan Reksa Dana IndoSterling Pasar Uang dan 30% lainnya merupakan reksa dana saham.

“Untuk pasar uang, kami akan melirik deposito bank BUKU 1 hingga Buku III yang memiliki bunga menarik, sedangkan reksa dana saham berbasis LQ 45,” terang dia.

Djoeng San menambahkan, produk investasi yang hadir dengan mengusung tagline “Creating Value Beyond” ini, tak semata-mata menawarkan produk yang mengejar keuntungan material saja.

Ia mengatakan, para investor akan mendapatkan beneficiaries berupa manfaat sosial dengan hadirnya Philanthrophy Management yang menjadi wujud dari program Corporate Social Responsibility (CSR) IAM. 

Untuk tahun pertama keberadaan IAM, jelas Djoeng San, program CSR akan dijalankan dengan mengalokasikan 50% biaya pengelolaan (management fee) dari produk Reksa Dana IndoSterling Pasar Uang. Dana ini akan dialokasikan kepada tiga yayasan berbadan hukum. Ketiganya adalah Yayasan Pita Kuning, Yayasan Virtual Rescue Indonesia, dan Rumah FAYE.

Yayasan Pita Kuning merupakan lembaga yang memfokuskan perhatiannya dalam membantu para pasien kanker buat anak dan orang tidak mampu.

Kemudian Yayasan Virtual Rescue Indonesia beraktifitas membangun jembatan gantung ke seluruh pelosok Indonesia. Sedangkan Rumah FAYE atau Yayasan Del menjalankan program advokasi dan pendampingan kepada anak-anak dan perempuan korban perdagangan manusia dan kejahatan seksual.

“IAM memilih tiga beneficiaries dengan sustainable development goals yang berbeda-beda. Tujuannya agar dana donasi itu bermanfaat lebih luas pada komunitas,” jelas Djoen San.