Indeks Kospi Naik 0,59 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 12,57 poin, atau sekitar 0,59 persen, pada Jumat (29/3/2019), menjadi 2.140,67. Volume perdagangan tipis hanya mencapai 357 juta saham senilai 5,05 triliun won atau sekitar US$4,45 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 555 berbanding 275.

Indeks Kospi dibuka menguat mengikuti pergerakan saham di Wall Street, namun kemudian berfluktuasi antara teritori positif dan negatif sebelum berakhir di angka penutupan.

Investor asing dan institusi masing-masing membeli saham senilai 76,4 miliar won dan 55 miliar won, sedangkan investor individu menjual saham senilai 138,6 miliar won.

“Kabar bahwa telah terjadi perkembangan positif terkait perundingan Washington-Beijing di bidang perdagangan menyebabkan para investor melakukan aksi beli,” kata Lee Won, analis Bookook Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melemah 0,45 persen, sebaliknya saham SK Hynix melambung 2,63 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan saham perusahaan kosmetik LG Household & Health Care masing-masing melonjak 1,39 persen dan 1,5 persen.

Saham perusahaan baja POSCO turun 0,59 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor tidak berubah dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan farmasi berakhir mixed, dengan saham Celltrion naik 0,28 persen dan sebaliknya saham Samsung BioLogics melemah 0,16 persen.

Saham perusahaan yang berhubungan dengan proyek inter-Korea terdongkrak kabar bahwa Presiden Korea Selatan Moon Jae-In dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu di Washington pada pertengahan April mendatang.

Saham Hyundai Elevator dan saham Hyundai Construction masing-masing meroket 10,51 persen dan 5,95 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 1,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.135,10 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,75 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 4,60 poin menjadi 6.180,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melambung 95,81 poin, atau sekitar 3,20 persen, menjadi 3.090,76. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 276,15 poin, atau sekitar 0,96 persen, menjadi 29.051,36.