ANALIS MARKET (26/3/2019) : IHSG Diprediksi Melemah Seiring Kecemasan Investor Terhadap Kondisi Ekonomi Global

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Artha Sekuritas menyebutkan, pergerakan index diperkirakan masih akan fluktuatif, didorong oleh ketidak-pastian terutama dari sentimen global, setelah yield obligasi pemerintah Amerika Serikat menunjukkan tanda resesi.

Adapun secara teknikal analis, candlestick IHSG melemah dan membentuk pola breakdown support moving average 50, mengindikasikan masih akan ada pelemahan dalam jangka pendek.

Sebelumnya, diperdagangan semalam (25/3), Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur (mixed). Dow Jones ditutup 25,516.83 (+0.06%), NASDAQ ditutup 7,637.54 (- 0.07%), S&P 500 ditutup 2,798.36 (-0.08%).

Kecemasan AS akan jatuh ke dalam resesi muncul ketika terjadi inversi antara yield obligasi pemerintah bertenor tiga bulan yang lebih tinggi dibanding tenor 10 tahun.

Kurva yield tersebut masih terinversi Senin karena yield obligasi bertenor 10 tahun menyentuh posisi terendahnya sejak Desember 2017.

Kecemasan mulai memudar setelah investor menganggap pelemahan index kemarin sudah cukup dalam.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diprediksi melemah dengan Resistance 6,459 - 6,508 dan Support 6,342 - 6,376,” sebut analis Artha Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (26/3/2019).