Indeks Kospi Anjlok 1,92 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 42,09 poin, atau sekitar 1,92 persen, pada Senin (25/3/2019), menjadi 2.144,86. Penurunan yang terjadi merupakan penurunan harian tertajam sejak 23 Oktober 2018.

Volume perdagangan tipis hanya mencapai 302,1 juta saham senilai 4,05 triliun won atau sekitar US$3,57 miliar, dengan saham yang turun jauh melampaui yang naik 742 berbanding 126.

“Berbaliknya kurva imbal hasil obligasi mencuatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Pelemahan Wall Street berpengaruh terhadap pasar saham Korea Selatan,” kata Lim Sang-Kook, analis KB Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 69,1 miliar won dan 224,2 miliar won. Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 2,26 persen dan 4,20 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing terjun 2,83 persen dan 3,03 persen. Saham perusahaan galangan kapal terbesar di Korea Selatan, Hyundai Heavy Industries, terjun bebas 7,54 persen. Saham Samsung Heavy Industries anjlok 3,09 persen.

Saham perusahaan ritel Lotte Shopping dan Shinsegae masing-masing melemah 1,60 persen dan 2,91 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 4,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.134,2 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia dilanda sentimen negatif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,67 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 69 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 6.126,20. Bursa saham Asia Tenggara terpuruk di teritori negatif, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melemah 61,12 poin, atau sekitar 1,97 persen, menjadi 3.043,03. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 590,01 poin, atau sekitar 2,03 persen, menjadi 28.523,35.