Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Saham Sektor Kesehatan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Rabu (13/3/2019) dipicu penguatan yang dialami saham sektor kesehatan.

Seperti dilansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 148,23 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 25.702,89. Indeks S&P 500 meningkat 19,4 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 2.810,92. Indeks komposit Nasdaq menguat 52,37 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 7.643,41.

Indeks kesehatan S&P 500 melonjak 1,1 persen setelah saham CVS Health Corporation melambung 3,5 persen berkat peningkatan peringkat saham oleh perusahaan pengelola aset global Bernstein. Saham UnitedHealth Group juga meningkat tajam, sebesar 2,6 persen.

Saham sektor energi naik dipicu lonjakan harga minyak dunia. Indeks energi S&P 500 diwarnai peningkatan 1,09 persen.

Saham Boeing yang merupakan komponen indeks Dow Jones naik 0,5 persen meski negara-negara di dunia, termasuk AS, mengumumkan larangan terbang bagi Boeing 737 MAX usai terjadinya kecelakaan fatal di Ethiopia. Saham Boeing telah merosot 11 persen sejak pekan lalu.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2019 naik US$11,20, atau sekitar 0,86 persen, menjadi US$1.309,30 per ons. Indeks dolar AS turun 0,39 persen menjadi 96,5525.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu setelah para investor meyakini parlemen Inggris akan menolak terjadinya Brexit tanpa kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa. Indeks STOXX 600 mengalami peningkatan 0,6 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 8,04 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 7.159,19. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 48,24 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 11.572,41.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 31 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 9.192,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 36,14 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 5.306,38.

Nilai tukar pound sterling menguat 1,39 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,326 per pound. Sedangkan nilai tukar euro menguat 0,41 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,133 per euro.