Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Senin (11/3/2019). Angka indeks hanya bergerak naik 0,66 poin menjadi 2.138,10.

Volume perdagangan tipis hanya mencapai 260 juta saham senilai 3,86 triliun won atau sekitar US$3,41 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 476 berbanding 338.

Indeks Kospi berakhir di teritori positif, untuk pertama kalinya dalam tujuh sesi terakhir, setelah dibuka dengan pelemahan berkat aksi beli yang dilakukan para investor terhadap saham-saham yang sebelumnya mengalami kemerosotan.

Investor ritel dan institusi masing-masing membeli saham senilai 96,3 miliar won dan 5 miliar won. Sedangkan investor asing menjual saham senilai 109,7 miliar won.

Peningkatan indeks Kospi menjadi terbatasi dengan mencuatnya kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. OECD (Organization for Economic Cooperation & Development) pekan lalu memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini dan tahun depan, sebagai pengaruh berlarutnya negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok dan ketidakpastian Brexit.

“Indeks Kospi masih berada dalam tekanan karena para investor memiliki kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global,” kata Kim Ye-Eun, analis IBK Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,34 persen dan 0,15 persen. Sebaliknya, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing meningkat 0,83 persen dan 0,74 persen.

Saham perusahaan kosmetik AmorePacific terjun 4,56 persen dan saham perusahaan kilang minyak S-Oil anjlok 4,05 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.133,7 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi penguatan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melemah 23,60 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 6.180,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand menguat, sedangkan Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melambung 57,13 poin, atau sekitar 1,92 persen, menjadi 3.026,99. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 274,88 poin, atau sekitar 0,97 persen, menjadi 28.503,30.