Sanksi Menanti, BEI Ingatan Emiten Bank Beri Bonus Saham

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Potensi peningkatan jumlah investor saham masih cukup besar, salah satunya dari seluruh karyawan emiten perbankan.

Pasalnya, dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Umum, khususnya kewajiban bagi Bank terbuka jika membagi bonus dalam bentuk saham.

Sayangnya, sejak berlakunya beleid ini, 1 Januari 2016 bagi Bank Asing, Bank BUKU 3 dan BUKU 4 dan 1 Januari 2017 bagi Bank BUKU I dan BUKU 2, hanya sedikit yang melaksanakannya.

Hal itu terlihat dari minimnya emiten bank yang menjadi mitra Yuk Nabung Saham BEI, yakni antara lain; PT Bank Bukupin Tbk (BBKP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT BRI Tbk (BBRI), PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC), BJBR, BRIS, PT Bank Sinarmas Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk dan PT Bank Panin Dubai Syariah.

Menanggapi hal itu, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya akan lebih aktif menyambangi manajemen emiten perbankan untuk melakukan sosialisasi peraturan OJK tersebut.

“Kita akan adakan sekolah pasar modal berkerjasama dengan anggota bursa di emiten-emiten perbankan tersebut,” kata Hasan di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Untuk diketahui, OJK akan mengenakan sanksi bagi emiten perbankan yang tidak melaksanakan beleid tersebut pada 1 Januari 2019 bagi Bank Asing, Bank BUKU 3 dan Bank BUKU 4. Sedangkan BUKU 1 dan BUKU 2 berlaku pada 1 Januari 2020.

Adapun sanksi yang akan dikenakan adalah teguran tertulis dan penurunan peringkat faktor Good Corporate Governance (GCG).