Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Alami Rebound

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Senin (11/2/2019) setelah sentimen pasar terpengaruh optimisme membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok di bidang perdagangan, namun juga diliputi kekhawatiran pembicaraan bipartisan untuk menghindari terjadinya kembali government shutdown di Negeri Paman Sam.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 53,22 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 25.053,11. Indeks S&P 500 bergerak naik 1,92 poin menjadi 2.709,80. Indeks komposit Nasdaq menguat 9,71 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 7.307,90.

Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar modal meningkat 3,82 persen menjadi 16,32.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu penguatan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2019 turun US$6,6, atau sekitar 0,5 persen, menjadi US$1.311,90 per ons. Indeks dolar AS naik 0,44 persen menjadi 97,0608.

Bursa saham Eropa mengalami rebound dengan indeks STOXX 600 Eropa meningkat 0,9 persen dipicu optimisme membaiknya hubungan AS-Tiongkok.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 57,93 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 7.129,11. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 107,81 poin, atau sekitar 0,99 persen, menjadi 11.014,59.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 79,60 poin, atau sekitar 0,90 persen, menjadi 8.936,40. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melonjak 52,84 poin, atau sekitar 1,06 persen, menjadi 5.014,47.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,2867 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,3 persen menjadi 1,1395 euro per pound.