ANALIS MARKET (12/2/2019) : IHSG Diprediksi Melemah, Pergerakan Masih Akan Dipengaruhi Sentimen Global

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Artha Sekuritas Indonesia menyebutkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah, kemarin (11/2) di level 6,495.00 (-0.41%).

Pelemahan didorong oleh sektor Misc Ind (-1.65%) dan sektor Mining (-1.53%). IHSG kembali melanjutkan pelemahan didorong oleh ketidakpastian global. Secara teknikal IHSG membentuk pola double top mengindikasikan akan terjadi pelemahan.

Sementara Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur, semalam (11/2). Dow Jones ditutup 25,053.11 (-0.21%), NASDAQ ditutup 7,307.90 (+0.13%), S&P 500 ditutup 2,709.80 (+0.07%).

Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur dimana investor masih menantikan kepastian dari kelanjutan negosiasi antara China dan US.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan masih bisa bertemu Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat, kata penasihat senior Gedung Putih, Kellyanne Conway pada hari Senin.

Pertemuan itu bisa berlangsung secepatnya di pertengahan Maret, namun menurut sumber, belum ada persiapan yang telah dilakukan saat ini.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, IHSG diprediksi melemah dengan Resistance 6,522 - 6,549 dan Support 6,467 - 6,481,” sebut analis Artha Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (12/2/2019).

Lebih lanjut riset juga menyebutkan, pergerakan masih akan dipengaruhi sentimen global terutama kesepakatan antara China dan US.

Adapun dari dalam negeri masih minim sentiment, yang bisa mempengaruhi pergerakan.

“Sedangkan secara teknikal analis, pergerakan IHSG berpotensi membentuk double top yang mengindikasikan akan terjadi pembalikan arah trend jangka menengah,” jelas analis Artha Sekuritas.