ANALIS MARKET (11/2/2019) : IHSG Diestimasi Bergerak Mixed dengan Kecenderungan Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian OSO Securities menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan kemarin (08/02), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,23% ke level 6,521,66.

IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic netral dan MACD histogram negatif dengan volume turun.

Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor Industri Dasar dan Pertambangan memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,73% dan 1,46%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BBRI, UNTR, CPIN, ASII, dan TLKM. 

Pelemahan pada indeks sejalan dengan rilisnya data Neraca Pembayaran kuartal IV 2018 yang tercatat defisit sebesar US$ 9,1 miliar jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan kuartal IV 2017. 

Sementara itu, rilisnya data penjualan motor bulan Januari 2019 yang tercatat naik 17,9% belum mampu membawa indeks untuk berada di dalam zona hijau. 

Adapun pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 205 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.25% ke level 13,955 

Sementara itu, pada pekan kemarin (08/2) indeks utama bursa Wall Street ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam zona hijau.

Indeks S&P naik tipis 0.07%, Nasdaq menguat 0.14%. Sedangkan indeks Dow Jones turun 0.26%.  S&P dan Nasdaq berhasil membuat ditengah pernyataan Presiden Trump terkait dirinya yang tidak memiliki rencana untuk bertemu Presiden China sebelum tanggal 1 Maret. 

Selain itu, Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif yang melarang peralatan telekomunikasi China dari nirkabel AS. jaringan sebagai bagian dari upaya untuk menopang keamanan cyber AS. 

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami perkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, dengan pergerakan di kisaran 6,498-6,581,” sebut analis OSO Securities dalam riset yang dirilis Senin (11/2/2019).