BNI Sekuritas Prediksi IHSG Akhir Tahun Bisa Kembali ke Level 6.600

foto : Pasardana.id

Pasardana.id - Analis PT BNI Sekuritas memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir tahun 2019 ini akan dapat kembali ke puncak tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya yaitu sekitar level 6.600.

"Kami memperkirakan IHSG akhir tahun 2019 atau awal Januari akan kembali ke puncaknya sekitar level 6.600, seiring dengan kenaikan harga saham-saham blue chip," ujar Kim Kwie Sjamsudin, Head of Equity Research BNI Sekuritas usai acara BNI Sekuritas Investment Forum: Navigating Through Global Uncertainties di Jakarta, Rabu (6/11).

Kim menyebutkan, selain consumer, sektor perbankan dan telekomunikasi akan mendorong kenaikan IHSG menjelang akhir 2019.

"Saham blue chip dari kedua sektor ini yang akan membaik terlebih dahulu. Saham konsumer juga akan ikut membaik di akhir tahun ini," imbuh Kim.

Dijelaskan Kim, sentimen positif yang akan memicu kenaikan IHSG hingga akhir tahun ini, yakni tren penurunan suku bunga perbankan dan valuasi saham yang sudah menarik.

"Terkait kebijakan interest rate, kecederungan di Indonesia bahwa suku bunga (BI 7day Reverse Repo Rate) akan ada pemangkasan lagi," terangnya.

Di sisi lain, valuasi saham yang sudah menarik bagi investor, imbuh Kim, tercermin dari pola penurunan IHSG yang tidak terlalu dalam, meski dibayangi sentimen negatif mengenai isu perang dagang AS-China sejak tahun lalu.

Secara historis, jelas Kim, dua tahun pasca terjadi krisis global, laju IHSG akan kembali ke level puncak.

"Biasanya, setelah terjadi krisis global, IHSG butuh waktu dua tahun untuk kembali ke puncak. Sampai akhir 2019, IHSG akan ke level 6.600. Pada tahun 2020, IHSG akan naik paling tidak 10 persen dari penutupan tahun ini," jelas Kim.

Namun demikian, menurut Kim, menjelang akhir tahun ini ada dua sentimen negatif yang membayangi laju IHSG. Pertama, earning growth selama sembilan bulan pertama di 2019 lebih rendah dari ekspektasi investor.

Kedua, saat ini investor asing masih memandang bahwa kekuatan fundamental perekonomian Indonesia serupa dengan negara-negara emerging market lainnya.

"Sebetulnya fundamental emerging markets selain Indonesia, jauh lebih buruk. Fundamental Indonesia masih cukup baik dan pertumbuhan ekonomi 2019 bisa mencapai 5 persen," kata Kim.

Lebih lanjut Kim membeberkan, pilihan BNI Sekuritas ke depan masih akan didominasi oleh saham-saham perbankan, seperti saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Selain itu, pilihan saham berikutnya meliputi; saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).