Menanti Dirut PLN Yang Baru, Berikut Tugas Berat Versi Kementerian BUMN

Foto : istimewa

Pasardana.id  - Meski enggan menyebutkan orang yang akan mengisi kursi Direktur Utama PT PLN (Persero), Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri BUMN, Arya Sinulingga membeberkan beberapa tugas berat yang akan menanti Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang baru.

Salah satunya adalah implementasi penggunaan energi baru terbarukan.

"Yang pasti masalah energi terbarukan, mana saja yang harus didahulukan. Itu jadi yang penting dimasukkan dalam bahan bakarnya PLN," kata dia saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Ia mengungkapkan, bahwa PLN ke depannya harus bisa mengurangi penggunaan batu bara dalam menghasilkan tenaga listrik. Karena itu menjadi tugas penting dari Dirut PLN yang baru nanti.

Kedua, Arya menuturkan, Dirut PLN yang baru harus bisa menyelesaikan terkait permasalahan yang terjadi seperti mati listrik. Ia menjelaskan, di beberapa daerah masih sering terjadi sering terjadi gangguan distribusi listrik kepada pelanggan.

"Di daerah masih banyak daerah listrik suka mati. Keberlangsungan kepastian pelayanan terbaik pelayanan PLN ke mereka," jelas dia.

Arya juga berharap, bos PLN baru nantinya bisa memperbaiki pelayanan kepada para pelanggan. Sehingga perseroan itu dapat semakin baik ke depannya.

Seperti diketahui, saat ini posisi direktur utama PLN definitif masih kosong semenjak ditinggalkan Sofyan Basir. Saat ini, masih dijabat oleh pelaksana tugas.

Bahkan nama Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara Direktur disebut-sebut sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).