Indeks Nikkei Anjlok 2,01 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, anjlok 436,87 poin, atau sekitar 2,01 persen, pada Kamis (3/10/2019), menjadi 21.341,74 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 9 September lalu. Indeks Topix juga anjlok, sebesar 1,77 persen menjadi 1.568,05.

Seperti diwartakan Reuters, indeks Nikkei mengalami penurunan tertajam sejak 26 Agustus lalu mengikuti pergerakan saham di Wall Street. Pelemahan yang terjadi dipicu data ketenagakerjaan dan manufaktur yang menunjukkan bahwa perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok berpengaruh buruk terhadap perekonomian Negeri Paman Sam.

Sentimen pasar semakin memburuk setelah AS dikabarkan mendapat izin dari World Trade Organization (WTO) untuk meningkatkan tarif terhadap produk senilai US$7,5 miliar, atau sekitar Rp106 triliun, yang diimpor dari Eropa sebagai respon pemberian subsidi terhadap Airbus oleh Uni Eropa.

Saham perusahaan farmasi Sumitomo Dainippon Pharma memimpin pelemahan hari ini dengan terjun 4,93 persen. Saham perusahaan otomotif Isuzu Motors, Suzuki Motor, Toyota Motor, dan Nissan Motor masing-masing anjlok 4,31 persen, 3,97 persen, 2,63 persen, dan 2,58 persen.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 107,160 yen per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,38 persen. 

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia terjun 146,90 poin, atau sekitar 2,21 persen, menjadi 6.493. Bursa saham di Asia Tenggara diwarnai dengan pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Bursa Efek Korea di Seoul, Korea Selatan, tutup hari ini sehubungan berlangsungnya libur perayaan Hari Kelahiran Bangsa. Bursa Efek Shanghai di Tiongkok masih tutup sehubungan berlangsungnya libur golden week di negara tersebut usai perayaan Hari Nasional. 

Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 67,62 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 26.110,31.