Dyson Batal Kembangkan Bisnis Mobil Elektrik

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan teknologi Inggris Dyson pada Kamis (10/10/2019) mengumumkan batal mengembangkan bisnis mobil elektrik.

Meski telah berhasil memproduksi mobil elektrik, seperti dilansir BBC News, Dyson tidak akan menjadikannya sebuah bisnis karena secara komersial tidak menguntungkan.

Pengembangan bisnis mobil elektrik dimulai Dyson pada 2016 lalu. Dyson sebelumnya berencana untuk menginvestasikan 2 miliar pound sterling, atau sekitar Rp35,2 triliun, untuk mengembangkan bisnis mobil elektrik.

Pada Oktober 2018, Dyson mengabarkan akan memproduksi mobil elektrik di Singapura. Produksi pertama direncanakan dimulai pada 2021.

Seluruh rencana tersebut pada akhirnya harus dibatalkan. CEO Dyson James Dyson sempat berupaya untuk mencari pemodal bagi pengembangan bisnis mobil elektrik, namun tidak ada satu pihak pun yang tertarik untuk menanamkan uangnya di bisnis tersebut dengan Dyson.