Wall Street dan Bursa Eropa Alami Penguatan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Selasa (8/1/2019) sebagai respon para investor terhadap data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru dan perkembangan terkini pembiayaan pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, melonjak 256,10 poin, atau sekitar 1,09 persen, menjadi 23.787,45. Indeks S&P 500 naik 24,72 poin, atau sekitar 0,97 persen, menjadi 2.574,41. Indeks komposit Nasdaq meningkat 73,53 poin, atau sekitar 1,08 persen, menjadi 6.897.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa merilis laporan yang menyebutkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi 6,9 juta pada hari kerja terakhir bulan November 2018. Pada bulan tersebut, perekrutan turun menjadi 5,7 juta, karyawan yang berhenti turun menjadi 3,4 juta, dan pemutusan hubungan kerja turun menjadi 5,5 juta.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan untuk melakukan pidato terkait masalah pembiayaan pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Permasalahan tersebut memicu berlangsungnya government shutdown di AS sejak Desember lalu.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2019 turun US$4, atau sekitar 0,31 persen, menjadi US$1.285,90 per ons. Indeks dolar AS naik 0,19 persen menjadi 95,88.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa seiring optimisme para investor terhadap hasil pertemuan para pejabat AS dan Tiongkok di Beijing. Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,9 persen mencapai level tertinggi dalam tiga pekan terakhir.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 50,72 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 6.861,60. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, menguat 56,17 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 10.803,98.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 71 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 8.847,30. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melonjak 54,10 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 4.773,27.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2720 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1126 euro per pound.