Indeks Kospi Berakhir Datar Akibat Aksi Ambil Untung

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi berakhir datar pada Kamis (31/1/2019) akibat aksi ambil untung yang dilakukan para investor. Angka indeks hanya bergerak turun 1,35 poin menjadi 2.204,85.

Volume perdagangan tinggi mencapai 537 juta saham senilai 7,66 triliun won atau sekitar US$6,88 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 494 berbanding 338.

Indeks Kospi menguat di awal perdagangan dipicu sentimen positif yang ditimbulkan keputusan Federal Reserve Amerika Serikat untuk mempertahankan suku bunga. Angka indeks kemudian terus melemah ke angka penutupan akibat aksi ambil untung.

“Angka indeks terdongkrak keputusan Federal Reserve AS di awal perdagangan, namun kemudian melorot setelah para investor memutuskan untuk meraup laba,” kata Lee Young-Gon, analis Hana Financial Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi membeli saham senilai 283 miliar won dan 171 miliar won. Sedangkan investor individu membeli saham senilai 171 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,54 persen dan 2,64 persen. Saham perusahaan baja POSCO dan Hyundai Steel masing-masing melorot 3,86 persen dan 0,19 persen. Saham Samsung Life Insurance anjlok 5,26 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya. Saham Hyundai Mobis dan Kia Motors masing-masing naik 0,22 persen dan 0,55 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion dan Samsung BioLogics masing-masing melambung 1,86 persen dan 2,84 persen. Saham Hanmi Pharmaceutical naik 0,81 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 3,60 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.112,70 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,9 persen mencapai level tertinggi sejak Oktober lalu.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 22 poin, atau sekitar 0,37 persen, menjadi 5.864,70. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai sentimen positif, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 9 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 2.584,57. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 299,62 poin, atau sekitar 1,08 persen, menjadi 27.942,47.