Indeks Kospi Anjlok 1,52 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 31,04 poin, atau sekitar 1,52 persen, pada Rabu (2/1/2019) yang merupakan sesi perdagangan saham pertama di tahun baru ini, menjadi 2.010 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 29 Oktober lalu.

Volume perdagangan tipis hanya 321,8 juta saham senilai 4,24 triliun won atau sekitar US$3,79 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 610 berbanding 234.

Indeks Kospi dibuka menguat berkat terdongkraknya saham large-cap yang dipicu aksi beli para investor. Namun kemudian melemah dipicu reaksi para investor terhadap data ekonomi terbaru.

Ekspor Korea Selatan turun 1,2 persen year-on-year pada Desember 2018 akibat perlambatan penjualan mikrochip dan produk petrokimia. Penurunan yang terjadi merupakan penurunan ekspor pertama dalam tiga bulan terakhir.

Aktivitas manufaktur Tiongkok pada Desember 2018 gagal mencapai konsensus pasar, menciptakan kekhawatiran terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut. Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Korea Selatan.

“Kami menerima data ekonomi yang mengecewakan saat pergantian tahun terjadi,” kata Cho Byung-Hyun, analis Yuanta Securities Korea Company, seperti dikutip Yonhap News.

“Dengan masih berlanjutnya tensi Amerika Serikat-Tiongkok di bidang perdagangan, semakin banyak pelaku pasar yang diliputi kekhawatiran bahwa perekonomian dunia akan mengalami kelesuan,” jelasnya.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor terjun 3,80 persen setelah penjualan 2018 diperkirakan tidak akan mencapai target, untuk tahun keempat beruntun, akibat pelemahan permintaan. Saham Kia Motors dan Hyundai Mobis juga mengalami pelemahan yang signifikan, masing-masing anjlok 2,67 persen dan 2,63 persen.

Saham perusahaan yang bergerak di bidang industri perminyakan bergerak turun secara tajam. Saham SK Innovation dan S-Oli masing-masing terjun 5,85 persen dan 6,55 persen.

Saham perusahaan kosmetik Amore Pacific terjun 7,64 persen. Saham LG Household & Health Care anjlok 1,82 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 3,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.119 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, di saat Bursa Efek Tokyo di Jepang masih tutup sehubungan libur awal tahun. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,59 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 88,60 poin, atau sekitar 1,57 persen, menjadi 5.557,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia melemah, sedangkan Bursa Thailand dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 28,61 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 2.465,29. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 715,35 poin, atau sekitar 2,77 persen, menjadi 25.130,35.