GDP Argentina Berkontraksi 4,2 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - GDP (Growth Domestic Product) Argentina mengalami kontraksi 4,2 persen pada kuartal II 2018, kontraksi year-on-year tertajam sejak 2014.

Seperti dilansir BBC News, Rabu (19/9/2018), kontraksi yang dialami Argentina dibarengi penurunan tajam ekspor lebih dari 14 persen pada tiga bulan pertama tahun ini, setelah sektor pertanian terhantam kekeringan. Tingkat konsumsi masyarakat turun 0,1 persen.

Kontraksi terjadi di tengah berlangsungnya krisis mata uang yang membuat bank sentral Argentina meningkatkan suku bunga hingga 60 persen dan pemerintah negara tersebut memangkas anggaran belanja negara.

Argentina telah meminta bantuan keuangan terhadap IMF (International Monetary Fund (IMF). Presiden Argentina Mauricio Macri bulan lalu memohon IMF untuk mempercepat pencairan dana bantuan.

Untuk tahun 2018, GDP Argentina diperkirakan akan turun 2,4 persen. Kontraksi 4,2 persen yang dialami pada periode April-Juni 2018, seperti yang terjadi pada kuartal III 2014, memutus ekspansi GDP Argentina yang berlangsung enam kuartal sebelumnya.