Laba Coca-Cola Melonjak 38 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Laba Coca-Cola Co melonjak 38 persen menjadi US$1,45 miliar, atau sekitar Rp19,6 triliun, pada kuartal III 2017 bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan laba yang dirilis pada Rabu (25/10/2017).

Penjualan produk minuman perusahaan tersebut di Amerika Utara meningkat hingga mencapai US$2,75 miliar. Pangsa pasar Coca-Cola di Amerika Utara untuk kategori produk minuman non-alkohol mencapai 22 persen tahun lalu, unggul 3 persen dari perusahaan rival PepsiCo.

“Coca-Cola terlihat jelas meraih pangsa pasar lebih besar dari PepsiCo berkat keunggulan kinerja," ungkap analis RBC Capital Markets Nik Modi, seperti dikutip Reuters.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua perusahaan telah mengubah strategi pemasaran dengan berfokus terhadap penjualan produk minuman rendah kalori dan mengakuisisi produk minuman sehat. Namun Coca-Cola lebih unggul dalam hal penjualan produk sari buah, teh, dan air minum bervitamin, serta melakukan franchising proses pembotolan untuk memangkas biaya.

Biaya umum dan penjualan Coca-Cola turun 20 persen pada kuartal III tahun ini, sedangkan cost of goods sold turun 18 persen. Pendapatan turun 14,6 persen menjadi US$9,08 miliar akibat refranchising, namun masih di atas estimasi US$8,72 miliar.

Laba per saham Coca-Cola mencapai 50 sen per saham. Saham perusahaan telah meningkat 11 persen sejauh ini pada 2017.