ANALIS MARKET (14/9/2018) : Pasar Obligasi Diperkirakan Bergerak Bervariasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka bervariasi, dengan rentang pergerakan harga berkisar 40 – 50 bps.

Menurut analis Kiwoom Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, cukup banyak sentimen yang bisa memberikan arah obligasi hari ini, salah satunya adalah pernyataan Bank Sentral Eropa yang menyatakan tidak mengubah suku bunganya, namun mereka akan mengurangi program pembelian asset setelah bulan September 2018 usai. Dari sebelumnya €30 billion akan menjadi €15 billion hingga akhir December 2018. Mereka juga berharap bahwa inflasi dapat terus melanjutkan dikisaran 2%.

“Hal ini seakan-akan menjadi tanda bahwa tekanan pada tahun depan setidaknya akan bertambah, selain adanya kenaikkan Fed Rate pada tahun depan, Bank Sentral Eropa juga akan mulai mungkin akan menaikkan tingkat suku bunganya setelah tappering off-nya berakhir,” jelas Nico dalam laporan riset yang dirilis Jumat (14/9/2018).

Selain itu, kemarin (13/9), Pemerintah, Bank Indonesia, dan Komisi XI DPR RI telah menyepakati bersama asumsi makro dalam RAPBN 2019 sesuai dengan nota keuangan. Hal ini menjadi penting karena akan menjadi acuan langkah berikutnya pada peta perekonomian yang akan terjadi tahun depan.

“Kami merekomendasikan hold hari ini,” ujar Nico.

Sementara itu, di perdagangan obligasi kemarin (13/9), total transaksi menurun namun total frekuensi meningkat dibandingkan hari sebelumnya ditengah tengah kenaikkan harga obligasi yang terjadi. 

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan < 1 tahun dan 3 – 5 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga > 25 tahun.

“Pasar obligasi kemarin mengalami kenaikkan sekitar 53 bps, sehingga sesuai dengan perkiraan kami bahwa pasar obligasi bergerak mengarah penguatan. Namun masih belum cukup kuat bahwa kalau ini dianggap penguatan yang terkonfirmasi karena secara indikator seharusnya harga pasar obligasi masih dalam rentang pelemahan,” tandas Nico.