Indeks Kospi Meningkat 0,14 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 3,31 poin, atau sekitar 0,14 persen, pada Kamis (13/9/2018), menjadi 2.286,23. Volume perdagangan moderat mencapai 295,21 juta saham senilai 6,39 triliun won atau sekitar US$5,69 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 451 berbanding 370.

Angka indeks rebound dari penurunan dua sesi beruntun dipicu sentimen positif yang muncul setelah pemerintah Amerika Serikat dan Tiongkok dikabarkan akan melakukan pertemuan terkait pembahasan perdagangan. Menteri Perekonomian Jepang Toshimitsu Motegi dan Utusan Perdagangan AS Robert Lighthizer dijadwalkan bertemu di AS pada 21 September.

Investor institusi dan ritel masing-masing membeli saham senilai 211,04 miliar won dan 30,75 miliar won. Sedangkan investor asing menjual saham senilai 273,15 miliar won.

“Arus keluar modal yang terjadi disebabkan krisis mata uang di Turki dan Argentina serta meningkatnya tensi AS-Tiongkok di bidang perdagangan. Kondisi pasar saham global tampaknya akan tetap berada dalam tekanan, karena masalah-masalah yang ada tidak dapat diselesaikan dalam jangka pendek dan hasil pemilu Kongres AS sulit untuk diprediksi untuk saat ini,” kata Kim Sang-Ho, analis Shinhan Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Saham sektor teknologi melemah setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Micron Technology, yang disebabkan perkiraan lemahnya perolehan laba perusahaan semikonduktor AS tersebut untuk kuartal IV 2018. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 1,12 persen dan 0,8 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor turun 0,77 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan farmasi Celltrion melambung 2,98 persen dan saham perusahaan kimia LG Chem melonjak 1,89 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 6,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.122,4 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini dipicu sentimen positif yang muncul dari harapan akan membaiknya hubungan dagang AS-Tiongkok. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,6 persen hanya sehari setelah sempat mencapai angka terendah dalam 14 bulan terakhir.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 47,20 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 6.128,70. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai sentimen positif, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 30,47 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 2.686,58. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 669,45 poin, atau sekitar 2,54 persen, menjadi 27.014,49.