ANALIS MARKET (13/9/2018) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas. Pelemahan ini juga dikonfirmasi oleh teknikal analisa yang menunjukkan tanda pelemahan pagi ini.

Menurut analis Kiwoom Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, pekan ini juga merupakan pekan yang cukup krusial, mengingat data inflasi akan keluar nanti malam, yang diikuti dengan Federal Reserve Releases Beige Book dan Initial Jobless Claims.

Data ini cukup menentukan karena akan menambah probabilitas kenaikkan Fed Rate pada bulan September.

Selain itu, nanti malam juga ada pengumuman tingkat suku bunga dari Bank Sentral Eropa.

“Kami masih memperkirakan tidak akan berubah, tapi rencana tappering off yang akan dilakukan tahun depan semoga bisa segera disampaikan, sehingga para pelaku pasar dapat mempersiapkan kombinasi portfolio dengan baik. Sejauh ini pasar obligasi diperkirakan masih akan terus melemah, khususnya beberapa pekan sebelum diadakannya pertemuan The Fed. Kami merekomendasikan hold hari ini, pergerakan obligasi yang melebihi > 45 bps akan menjadi arah pasar obligasi hari ini,” terang Nico dalam laporan riset yang dirilis Kamis (13/9/2018).

Sebelumnya, diperdagangan obligasi kemarin (12/9), total transaksi dan frekuensi naik dibandingkan hari sebelumnya, ditengah tengah hadirnya lelang yang diadakan Pemerintah kemarin.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 3 – 5 tahun, diikuti dengan 7 – 10 tahun dan 10 – 15 tahun. Sisanya transaksi terjadi hingga durasi> 25 tahun.

“Para pelaku pasar dan investor masih cukup optimis dengan pasar obligasi, total penawaran lelang yang masuk hingga Rp 36T merupakan indikator yang bagus ditengah penurunan harga obligasi saat ini. Para pelaku pasar dan investor masih memiliki kepercayaan terhadap imbal hasil obligasi,” tandas Nico.