Indeks Nikkei Turun 0,27 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, turun 60,08 poin, atau sekitar 0,27 persen, pada Rabu (12/9/2018), menjadi 22.604,61. Indeks Topix juga mengalami penurunan, melemah 0,7 persen menjadi 1.686,64.

Seperti diwartakan Reuters, saham perusahaan semikonduktor berada dalam tekanan setelah indeks Philadelphia SE Semiconductor di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 1 persen. Saham Rohm Company, Sumco Corporation, dan Advantest Corporation masing-masing anjlok 10,5 persen, 7,8 persen, dan 3,7 persen.

Saham Kubota Corporation merosot 1,36 persen setelah perusahaan produsen peralatan pertanian tersebut menyatakan telah memalsukan data komponen logam bergulir yang diproduksinya. Sebanyak 10,46 juta saham Kubota ditransaksikan hari ini, mencapai 370,1 persen dari rata-rata bergerak 30 hari transaksi saham perusahaan tersebut yang hanya sekitar 2,83 juta saham per hari.

Saham perusahaan produsen mesin pemotong logam anjlok setelah asosiasi perusahaan produsen pemotong logam Jepang menyatakan pesanan dari luar Jepang turun 4,4 persen pada Agustus dari setahun lalu. Saham Tsugami Corporation, Okuma Corporation, DMG Mori, dan Makino Milling Machine masing-masing anjlok 6,3 persen, 4,9 persen, 2,2 persen, dan 2 persen.

Saham perusahaan produsen barang elektronik Pioneer Corporation sangat volatil hari ini, anjlok 9,3 persen setelah sempat melambung 6,2 persen usai menyatakan menerima pendanaan sebesar 60 miliar yen atau sekitar US$540 juta dari Baring Private Equity Asia (BPEA) yang merupakan perusahaan pembiayaan asal Hong Kong. Para investor meragukan kemampuan manajemen Pioneer dalam memaksimalkan dana yang diterima untuk memaksimalkan kinerja.

Pasar modal Jepang juga terpengaruh kekhawatiran terhadap tensi perdagangan AS-Tiongkok dan masa depan perdagangan AS-Jepang. Menteri Perekonomian Jepang Toshimitsu Motegi dan Utusan Khusus di bidang Perdagangan AS Robert Lighthizer akan bertemu di AS pada 21 September mendatang. 

Pertemuan Motegi dan Lighthizer berlangsung empat hari sebelum Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertemu Presiden AS Donald Trump di Negeri Paman Sam.

Nilai tukar dolar AS turun 0,14 persen terhadap yen menjadi 111,49 yen per dolar AS.