Indeks Kospi Meningkat 0,31 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kopsi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 7,08 poin, atau sekitar 0,31 persen, pada Senin (10/9/2018), menjadi 2.288,66. Volume perdagangan moderat mencapai 304,91 juta saham senilai 5,39 triliun won atau sekitar US$4,77 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 473 berbanding 361.

Angka indeks sempat melemah di awal perdagangan, namun kemudian mengalami rebound jelang penutupan bursa setelah investor asing melakukan aksi beli.

“Indeks Kospi terdongkrak pembelian yang dilakukan investor asing terhadap saham-saham yang sebelumnya melemah terimbas kekhawatiran akan tensi perdagangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok,” jelas Lee Jae-Seung, analis Samsung Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing membeli saham senilai 112,37 miliar won. Sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing menjual saham senilai 115,02 miliar dan 41,09 miliar won.

Di sektor teknologi, saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 1,34 persen dan 0,79 persen.

Saham perusahaan konstruksi Hyundai Engineering & Construction dan GS Engineering & Construction masing-masing melambung 7,85 persen dan 5,26 persen dipicu optimisme para investor terhadap pertemuan pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara yang berlangsung di Pyongyang pekan depan.

Sektor otomotif sebaliknya diwarnai penurunan akibat aksi jual yang dilakukan para investor memanfaatkan peningkat harga saham sektor tersebut yang sebelumnya terjadi. Saham Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing anjlok 1,5 persen dan 4,22 persen.

Saham perusahaan kosmetik juga melemah, dengan saham AmorePacific dan LG Household & Healthcare masing-masing anjlok 2,09 persen dan 1,96 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 5,6 won dari sesi sebelumnya menjadi US$1.128,4 won per dolar AS.

Meski indeks Kospi dan indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, meningkat, namun secara umum bursa saham Asia melemah hari ini dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,7 persen. Angka indeks telah mengalami penurunan tujuh sesi beruntun.

Bursa Asia terpengaruh pelemahan pasar modal Tiongkok, dengan indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai anjlok 32,82 poin, atau sekitar 1,21 persen, menjadi 2.669,48, akibat tekanan tensi perdagangan Tiongkok-AS. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 360,05 poin, atau sekitar 1,33 persen, menjadi 26.613,42.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia bergerak turun 2,10 poin menjadi 6.141,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Vietnam menguat. Bursa Malaysia libur hari ini sehubungan perayaan Hari Ulang Tahun Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V.