Indeks Kospi Merosot 0,80 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 18,11 poin, atau sekitar 0,80 persen, pada Kamis (16/8/2018), menjadi 2.240,80 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 2 Mei 2017.

Volume perdagangan moderat mencapai 309,4 juta saham senilai 5,93 triliun won atau sekitar US$5,25 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 501 berbanding 341.

“Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat menyebabkan melemahnya mata uang negara-negara emerging market, terutama yuan dan won. Investor asing menarik dana mereka dari pasar saham Korea Selatan sebagai langkah untuk mencegah mengalami kerugian lebih lanjut dari pelemahan nilai tukar,” kata Kim Young-Hwan, analis senior KB Research, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing menjual saham senilai 241,8 miliar won, penjualan terbesar dalam satu sesi perdagangan sejak Juli lalu.

Para analis menyatakan kekhawatiran terhadap prospek bisnis semikonduktor, teknologi informasi, dan industri otomotif yang merupakan industri-industri utama di Korea Selatan membebani pasar saham.

Di sektor teknologi, saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,99 persen dan 1,58 persen. Saham perusahaan operator portal online terbesar di Korea Selatan Naver turun 0,92 persen. Sedangkan saham perusahaan operator portal online terbesar kedua di Korea Selatan Kakao tak berubah dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan pembuat kapal terbesar di dunia Hyundai Heavy Industries anjlok 4,17 persen. Saham perusahaan pembuat kapal milik Samsung Group, Samsung Heavy Industries, merosot 1,5 persen.

Di sektor finansial, saham Shinhan Financial Group turun 0,81 persen dan saham Samsung Life Insurance anjlok 2,24 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.130,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik berakhir dengan penurunan 0,3 persen setelah sempat anjlok 1,1 persen mencapai angka terendah sejak 11 Agustus 2017. Bursa Asia terus diwarnai pelemahan sejak Jumat (10/8/2018) lalu.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan turun 0,70 poin menjadi 6.328,30. Bursa saham Asia Tenggara diliputi pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 18,07 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 2.705,19. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 223,53 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 27.100 ,06.