Dua Pemegang Saham Siapkan Rp1,331 Triliun Serap Right Issue MAYA

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Dua pemegang saham utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) akan siap menyerap 605,037 juta lembar saham right issue dalam penawaran umum terbatas (PUT) XI. Dengan demikian, emiten perbankan itu berpotensi mendapatkan tambahan modal dari dua pemegang saham utama sebesar Rp1,331 triliun.

Hal itu tertuang dalam prospektus perseroan yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (14/8/2018).

Rincinya, PT Mayapada Karunia selaku pemegang sebanyak 26,42% saham MAYA telah menyatakan akan mengambil sebanyak 240,641 juta lembar saham pada periode pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Dengan harga pelaksanaan Rp2.200 per lembar maka MAYA meraup Rp529,412 miliar.

Sementara itu, JPMCB-Cathay Life Insurance Co Ltd pemegang 40% saham perseroan akan menyerap 364,395 juta lembar saham HMETD. Dari pemegang saham utama itu, MAYA akan meraup dana Rp801,669 miliar.

Masih terkait dengan pemegang saham utama itu, ditegaskan akan tetap menjaga porsi saham sebesar 40% untuk memenuhi ketentuan regulasi perbankan tentang kepemilikan saham bank umum khususnya mengenai batas maksimum kepemilikan saham bank.

Untuk diketahui, dalam Right issue ini, perseroan akan melepas 910,988 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp2.200, sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp2,004 triliun jika seluruh pemegang saham melaksanakan HMETD.

Karena tidak memiliki pembeli siaga, maka sisa saham yang tidak diserap, tidak akan dikeluarkan dari portepel.

Rencananya, dana hasil right issue tersebut seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan. Khususnya untuk peningkatkan ekspansi kredit.

Sementara jadwal pendaftaran penawaran HMETD menjadi efektif pada tanggal 17 September 2018; perdagangan saham dengan HMETD pada pasar regular dan negosiasi tanggal 24 September 2018 dan pasar tunai pada tanggal 27 September 2018; perdagangan tanpa HMETD pada pasar reguler dan negosiasi pada tanggal 25 September 2018 serta pasar tunai tanggal 28 September 2018.