Wall Street Menguat Dipicu Positifnya Data Ketenagakerjaan AS

foto: istimewa

Wall Street menguat pada Jumat (6/7/2018), dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, meningkat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir, setelah positifnya data ketenagakerjaan menutupi kekhawatiran terhadap tensi AS-Tiongkok di bidang perdagangan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 99,74 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 24.456,48. Indeks S&P 500 meningkat 23,21 poin, atau sekitar 0,85 persen, menjadi 2.759,82. Indeks komposit Nasdaq melonjak 101,96 poin, atau sekitar 1,34 persen, menjadi 7.688,39.

Dalam sepekan terakhir, indeks Dow Jones naik 0,7 persen, indeks S&P 500 melonjak 1,5 persen, dan indeks komposit Nasdaq melambung 2,4 persen.

Menurut laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS pada Jumat, angka nonfarm payrolls meningkat 213 ribu bulan lalu. Angka tersebut berada jauh di atas ekspektasi 195 ribu.

Tingkat pengangguran naik dari angka terendah dalam 18 terakhir menjadi 4 persen. Gaji rata-rata per jam naik 0,2 persen. Pertumbuhan moderat gaji mendukung optimisme bahwa Federal Reserve AS akan tetap mempertahankan rencana peningkatan suku bunga.

Saham Biogen Inc meroket 19,6 persen, peningkatan terbesar dalam satu dekade terakhir, setelah mengeluarkan pernyataan bersama perusahaan farmasi Jepang Eisai Company bahwa obat Alzheimer yang dikembangkan kedua perusahaan menunjukkan hasil positif dalam uji coba tingkat menengah. Meroketnya saham Biogen menjadi salah satu pendukung terbesar peningkatan indeks S&P 500.

Selain saham Biogen, indeks S&P 500 juga terdukung peningkatan saham Apple Inc, Microsoft Corporation, dan Facebook Inc. Indeks teknologi S&P 500 melonjak 1,2 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange mengalami penurunan, dengan harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 melorot US$3, atau sekitar 0,2 persen, menjadi US$1.255,80 per ons. Harga emas berjangka tercegah turun lebih jauh setelah dolar AS melemah terpengaruh data ketenagakerjaan AS. Indeks dolar AS turun 0,5 persen menjadi 94,012.

Bursa saham Eropa menguat meski tensi AS-TIongkok di bidang perdagangan terus meningkat. Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 14,48 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 7.617,70. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 31,88 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 12.496,17.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 38,80 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 9.905. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, menanjak 9,45 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 5.375,77.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,4 persen terhadap dolar AS, menjadi US$1,3279 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,2 persen menjadi 1,1281 euro per pound.