ANALIS MARKET (20/7/2018) : Tertahannya Suku Bunga Acuan Dorong Pelemahan Pasar Obligasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah.

Menurut analis Kiwoom Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, dengan tertahannya BI 7D RR di level 5,25% kemarin (19/7), membuat pasar obligasi dan Rupiah melemah, namun beberapa rencana kebijakan moneter akan membuat kredibilitas pasar uang akan meningkat, namun tentu tidak dalam waktu singkat.

“Pelemahan pasar obligasi ini berpotensi seperti awal bulan lalu, sehingga patut kita saksikan apakah Bank Indonesia akan intervensi ketika obligasi berada dititik krusialnya kembali?” ujar Nico kepada Pasardana.id, di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Lebih rinci diungkapkan, obligasi Fr63 atau yang berdurasi 5 tahun akan menguji support, yang dimana apabila kembali mengalami penurunan akan menjadi penurunan terendah dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Selain itu, obligasi berdurasi 10 – 20 tahun masih akan mencoba menguji support hari ini.

“Kami masih merekomendasikan jual hari ini, dengan volume kecil hingga sedang,” jelas Nico.

Sebelumnya, kemarin (19/7), total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya (18/7), ditengah tengah penantian akan hasil dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. 

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan 3 – 5 tahun dan < 1 tahun, sisanya merata disemua tenor hingga yang berdurasi 20 tahun.

Pasar obligasi kemarin (19/7) terlihat loyo setelah BI 7D RR dinyatakan tidak berubah, yang mendorong harga obligasi untuk mengalami penurunan.

Seakan tidak mau kalah dari The Fed, Bank Indonesia juga menyatakan akan bersikap Hawkish.

“Tentu hal ini penting, karena ditengah tekanan akan pelemahan Rupiah serta capital outflow, strategi yang diambil Bank Indonesia tentu akan menjadi tolok ukur pergerakan pasar modal Indonesia selanjutnya,” tandas Nico.