Wall Street dan Bursa Eropa Melemah Dipicu Meningkatnya Tensi AS-Tiongkok

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (11/7/2018) dipicu meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dengan Tiongkok di bidang perdagangan.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, merosot 219,21 poin, atau sekitar 0,88 persen, menjadi 24.700,45. Indeks S&P 500 turun 19,82 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 2.774,02. Indeks komposit Nasdaq melemah 42,59 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 7.716,61.

Tensi AS-Tiongkok mencuat setelah pemerintah AS menyebutkan rencana untuk mengenakan tarif sebesar 10 persen terhadap produk impor senilai US$200 miliar dari Tiongkok mulai September mendatang. Rencana tersebut muncul hanya beberapa hari setelah kedua negara mengenakan tarif baru terhadap produk impor senilai US$34 miliar dari masing-masing negara.

Saham Caterpillar dan Boeing yang merupakan komponen Dow Jones masing-masing anjlok 3,2 persen dan 1,9 persen.

Harga emas berjangka melemah seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 turun US$11, atau sekitar 0,88 persen, menjadi US$1.244,4 per ons. Indeks dolar AS naik 0,58 persen menjadi 94,701.

Bursa saham Eropa juga diwarnai dengan pelemahan akibat meningkatnya tensi AS-Tiongkok di bidang perdagangan. Indeks STOXX 600 Eropa anjlok 1,2 persen, dengan seluruh sektor berakhir di teritori negatif.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 100,08 poin, atau sekitar 1,30 persen, menjadi 7.591,96. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 192,72 poin, atau sekitar 1,53 persen, menjadi 12.417,13.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 155,70 poin, atau sekitar 1,57 persen, menjadi 9.733,60. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, turun 80,42 poin, atau sekitar 1,48 persen, menjadi 5.353,93.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3265 per pound. Nilai tukar euro juga melemah 0,1 persen terhadap dolar AS, menjadi US$1,1729 per euro.