ANALIS MARKET (12/7/2018) : Harga Obligasi Masih Dalam Inline dengan Trend Menurun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pagi ini diperkirakan pasar obligasi masih akan dibuka dengan potensi bervariasi, ditambah dengan tekanan jual yang terus menghantui pergerakan harga obligasi.

Menurut analis Kiwoom Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, penurunan yang terjadi kemarin (11/7), masih dalam batas toleransi, sehingga tidak melewati batas resistance yang sebelumnya telah terlewati. Namun memang tidak bisa dipungkiri bahwa tekanan jual masih amat sangat kental saat ini.

“Secara teknikal analisa, kami melihat bahwa harga obligasi masih dalam inline dengan trend menurun. Hal inilah yang mengindikasikan bahwa harga obligasi masih kesulitan untuk menguat,” jelas Nico kepada Pasardana.id, di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Ditambahkan, fokus selanjutnya adalah berita dari Amerika yang telah mengumumkan kembali pengenaan tarif dagang bagi China senilai US$ 200 M.

“Kami merekomendasikan wait and see hari ini, karena secara imbal hasil, obligasi bertenor 5 tahun dan 10 tahun sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikkan yield, namun imbal hasil obligasi  bertenor 15 tahun dan 20 tahun masih dalam trend penurunan dalam jangka pendek. Kenaikkan atau penurunan > 65 bps akan menjadi arah obligasi hari ini,” terangnya.

Sebelumnya, total transaksi dan frekuensi turun drastis dibandingkan hari sebelumnya ditengah turunnya harga obligasi kemarin (11/7). Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi <1 tahun, diikuti dengan berdurasi 7 – 10 tahun dan 10 – 15 tahun, sisanya merata disemua tenor hingga yang berdurasi 25 tahun.

“Pasar obligasi kemarin terlihat terpleset setelah kenaikkan harga obligasi berlangsung selama sepekan kemarin,” ujar Nico.

Ditambahkan, hal yang menarik adalah penurunan ini terjadi ditengah-tengah Bank Indonesia melakukan intervensi kemarin. “Sesuatu yang tidak kita duga sebelumnya, bahwa ternyata pasar obligasi mengalami penurunan setelah Bank Indonesia masuk sebesar Rp 60.5T untuk menjaga likuiditas,” tandasnya.