Wall Street dan Bursa Eropa Terus Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Selasa (10/7/2018) dipicu melambungnya saham perusahaan minuman bersoda dan perusahaan minyak.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, menguat 143,07 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 24.919,66. Indeks S&P 500 meningkat 9,67 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 2.793,84. Indeks komposit Nasdaq bergerak naik 3 poin menjadi 7.759,20.

Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar modal turun 0,39 persen menjadi 12,64.

Saham perusahaan minuman bersoda PepsiCo melambung 3,9 persen, peningkatan harian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, setelah merilis laporan yang menyebutkan laba kuartalan perusahaan melampaui estimasi. Seiring melambungnya saham PepsiCo, saham Coca-Cola meningkat 1 persen.

Peningkatan harga minyak dunia memicu terdongkraknya saham perusahaan minyak. Saham Exxon Mobil Corporation dan Chevron Corporation masing-masing naik sekitar 1 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 turun US$4,2, atau sekitar 0,33 persen, menjadi US$1.255,4 per ons. Indeks dolar AS naik 0,09 persen menjadi 94,16.

Seperti kondisi di Wall Street, bursa saham Eropa juga melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,4 persen mencapai angka tertinggi dalam 2,5 pekan terakhir.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, bergerak naik 4,05 poin menjadi 7.692,04. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 65,96 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 12.609,85.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 37,70 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 9.889,30. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, menanjak 36,25 poin, atau sekitar 0,67 persen, menjadi 5.434,36.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,44 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3248 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound mengalami pelemahan tipis menjadi menjadi 1,1276 euro per pound.