Indeks Nikkei Anjlok 1,19 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, anjlok 264,68 poin, atau sekitar 1,19 persen, pada Rabu (11/7/2018), menjadi 21.932,21. Penurunan yang terjadi menyebabkan penguatan indeks Nikkei yang berlangsung tiga sesi beruntun sebelumnya menjadi berakhir. Indeks Topix juga melemah hari ini, turun 0,8 persen menjadi 1.701,88.

Seperti dilansir Reuters, angka indeks melorot setelah pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan mengenakan tarif baru terhadap produk impor senilai US$200 miliar dari Tiongkok mulai September mendatang. Sehubungan rencana pengenaan tarif tersebut, pemerintah Tiongkok menyebutkan akan melakukan aksi balasan.

Mencuatnya tensi AS-Tiongkok di bidang perdagangan menyebabkan saham perusahaan Jepang yang mengandalkan bisnisnya terhadap permintaan dari Tiongkok terpukul.

Di sektor pengapalan, saham Mitsui OSK Lines dan Nippon Yusen masing-masing anjlok 2,2 persen. Sedangkan di sektor konstruksi, saham Komatsu dan Hitachi Construction Machinery masing-masing anjlok 2,5 persen dan 3,5 persen. Saham perusahan produsen mesin Okuma dan Makino Milling Machine masing-masing tergelincir 2 persen dan 3,6 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan kilang minyak Idemitsu Kosan dan Showa Shell Sekiyu masing-masing melambung 9 persen dan 7,9 persen sebagai dampak rencana merger kedua perusahaan pada 1 April tahun depan. Pada sesi sebelumnya, saham kedua perusahaan tersebut melambung 12,6 persen dan 9,7 persen.

Nilai tukar dolar AS menguat 0,5 persen terhadap yen menjadi 111,35 yen per dolar AS.