Wall Street dan Bursa Eropa Menguat Mengawali Pekan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Senin (9/7/2018) seiring reli yang berlangsung di sektor finansial.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melonjak 320,11 poin, atau sekitar 1,31 persen, menjadi 24.776,59. Indeks S&P 500 meningkat 24,35 poin, atau sekitar 0,88 persen, menjadi 2.784,17. Indeks komposit Nasdaq naik 67,81 poin, atau sekitar 0,88 persen, menjadi 7.756,20.

Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar modal turun 5,31 persen menjadi 12,66.

Indeks perbankan S&P 500 melambung 2,7 persen, mencapai peningkatan harian tertinggi sejak 26 Maret lalu. Indeks finansial S&P 500 melonjak 2,3 persen, memimpin peningkatan pada Senin.

Penguatan sektor finansial dipicu perkiraan positifnya laporan laba perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor tersebut. JPMorgan Chase & Co, Wells Fargo & Co and Citigroup Inc dijadwalkan merilis laporan laba pada Jumat (13/7/2018).

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange mengalami peningkatan, dengan harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 naik US$3,8, atau sekitar 0,3 persen, menjadi US$1.259,6 per ons. Peningkatan harga emas berjangka menjadi terbatasi setelah dolar AS menguat, dengan indeks dolar AS naik 0,13 persen menjadi 94,087.

Bursa saham Eropa juga diwarnai dengan penguatan pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,6 persen mencapai level tertinggi sejak 22 Juni lalu.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 70,29 poin, atau sekitar 0,92 persen, menjadi 7.687,99. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 47,72 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 12.543,89.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 22 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 9.927. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, menanjak 22,35 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 5.398,11.

Mundurnya dua menteri dari kabinet pemerintahan Inggris pimpinan Perdana Menteri Theresa May, Boris Johnson dan David Davis, membuat nilai tukar pound sterling terpukul. Nilai tukar pound anjlok 1,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,319 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,3 persen menjadi 1,1283 euro per pound.