DPNS Produksi Batubara Kalori Rendah Jika Harga Capai USD50 per Ton

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Intitirta Prima Sakti, anak usaha PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) pemegang PKP2B tambang batubara di Sorolongan, Jambi menunda produksi batubaranya hingga harga batubara kalori rendah berada pada kisaran USD40 - USD 50 per ton.

Hal itu disampaikan Direktur Utama DPNS, Siang Hadi Widjaja di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

”Kami belum produksi batubara dari tambang milik anak usaha karena batubaranya hanya berkalori 3.000 kkal yang saat ini harganya berkisar antara USD35 - 38 perton,” ujar dia.

Dengan harga diatas, jelas dia, maka perseroan belum menemukan titik keekonomian. Padahal dalam rencana kerja produksi yang disusun, harga jual batubara perseroan berada pada kisaran USD40 - USD50 per ton.

“Jika harga mencapai USD40 - 50 per ton maka kami baru mulai pembangunan infrastruktur penambangan, yang itu memakan waktu dua tahun,” jelas dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tambang batubara milik anak usaha tersebut memiliki cadangan terbukti sebesar 200 juta ton.

“Jika berproduksi, maka akan meningkatkan pendapatan perseroan secara siginifikan,” kata dia tanpa merinci lebih jauh besaran tambahan pendapatan yang akan didapat.

Sementara ini, lanjut dia, perseroan masih bergantung pada lini usaha utama, yakni produksi perekat kayu lapis.

Pada tahun 2018, perseroan menargetkan perolehan penjualan tidak jauh berbeda dengan penjualan tahun 2017 yang sebesar Rp115,94 miliar dan laba bersih sebesar Rp6 miliar.