Indeks Nikkei Melonjak 1,37 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melonjak 304,59 poin, atau sekitar 1,37 persen, pada Senin (4/6/2018), menjadi 22.475,94. Indeks Topix juga meningkat secara signifikan, melambung 1,46 persen menjadi 1.774,69.

Indeks Nikkei sempat mencapai 21.515,72, angka tertinggi sejak 28 Mei, sebelum berakhir di angka penutupan. Lonjakan yang terjadi hari ini merupakan peningkatan harian tertinggi sejak 18 April.

Peningkatan yang terjadi mengikuti penguatan Wall Street pekan lalu, yang dipicu positifnya data pekerjaan Mei seiring membaiknya perekonomian Amerika Serikat. Pelemahan yen mendongkrak saham perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor, seperti saham perusahaan otomotif.

Nilai tukar dolar AS menguat 0,15 persen terhadap yen menjadi 109,66 yen per dolar AS hari ini, mengikuti penguatan 0,6 persen pada Jumat (1/6/2018).

“Pasar saham akhirnya diliputi sentimen positif setelah sebelumnya sempat diwarnai dengan berbagai kekhawatiran,” kata Nobuhiko Kuramochi, strategist Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters.  

“Penguatan Wall Street dan meredanya tensi geopolitik menjadi pemicu kondisi positif yang berlangsung,” jelas Kuramochi.

Pasar terutama menyambut dengan baik pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un akan tetap berlangsung di Singapura pada 12 Juni mendatang. Selain itu, terbentuknya pemerintahan koalisi di Italia juga memberikan kestabilan bagi pasar saham global.

Saham Toyota Motor Corporation, Honda Motor Company, dan Nissan Motor Company masing-masing melambung 3,9 persen, 2,39 persen, dan 2 persen. Di sektor teknologi, saham Tokyo Electron, TDK Corporation, dan Shin-Etsu Chemical masing-masing melonjak 2,35 persen, 4,53 persen, dan 2,35 persen.

Perusahaan produsen minuman teh Ito En meningkat 6,91 persen setelah menyebutkan akan meraih peningkatan laba bersih sebesar 11,5 persen menjadi 14 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir April 2019. Ito En berencana untuk membeli 220 ribu saham, atau sekitar 0,25 persen dari saham outstanding, senilai 1 miliar yen.