Indeks Kospi Meningkat 0,51 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 11,89 poin, atau sekitar 0,51 persen, pada Jumat (29/6/2018), menjadi 2.326,13. Volume perdagangan rendah, hanya mencapai 389,7 juta saham senilai 6,17 triliun won atau sekitar US$5,54 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 470 berbanding 345.

Indeks Kospi meningkat untuk pertama kalinya dalam empat sesi terakhir setelah para investor memiliki optimisme terhadap meredanya tensi perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok.

Di awal perdagangan hari ini, indeks Kospi sempat turun ke angka 2.296, pertama kalinya turun ke bawah angka 2.300 sejak 22 Mei lalu. Namun kemudian mengalami rebound sehingga berakhir di angka penutupan.  

“Kekhawatiran terhadap kemungkinan berlangsungnya perang dagang antara AS dengan Tiongkok sempat membebani pasar. Namun indeks Kospi kemudian mengalami rebound seiring munculnya optimisme terhadap membaiknya hubungan antara kedua negara,” kata Suh Sang-Young, analis Kiwoom Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

Media Tiongkok melaporkan bahwa AS-Tiongkok tengah berupaya berkompromi sebelum diberlakukannya tarif baru terhadap produk impor dari Tiongkok mulai 6 Juli mendatang. Pemerintah Tiongkok telah menyebutkan akan mempermudah proses masuknya investasi asing ke negara tersebut, termasuk di sektor perbankan, otomotif, industri berat, dan pertanian.

Sektor teknologi mengalami penguatan, dengan saham SK Hynix dan LG Electronics masing-masing melonjak 2,63 persen dan 2,6 persen. Di sektor konstruksi, saham Hyundai Construction & Engineering dan Daewoo Construction & Engineering masing-masing melambung 5,12 persen dan 2,62 persen.

Saham Samsung Biologic, unit biofarmasi Samsung Group, naik 1,96 persen setelah perusahaan bioteknologi AS Biogen melakukan pembelian saham tambahan Samsung Bioepis, perusahaan biofarmasi yang didirikan bersama oleh Samsung Biologics dengan Biogen.

Saham Jin Air, yang merupakan unit bisnis Korean Air Lines, turun 0,39 persen setelah pemerintah Korsel menunda keputusan untuk mencabut izin operasional maskapai penerbangan bertarif rendah itu karena melakukan pelanggaran penunjukan warga negara asing dalam dewan direksi perusahaan.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 9,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.114,5 won per dolar AS. Peningkatan yang terjadi merupakan lonjakan harian tertingi sejak 27 Maret lalu.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 20,80 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 6.194,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, dan Malaysia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melambung 60,52 poin, atau sekitar 2,17 persen, menjadi 2.847,42. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 457,79 poin, atau sekitar 1,61 persen, menjadi 28.955,11.